ANALISIS EFISIENSI PERUSAHAAN BANK YANG TERDAFTAR DI BEJ SEBELUM DAN SESUDAH DIBERLAKUKANNYA UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN 2OOO

Wirawan Endro Dwi Radianto

Abstract


Setelah reformasi perpajakan dilalarkan tahun 1994, kembali pada tatrun 2000 pemerintah kerntali reformasi dibidang pqpajakan. Meskipun per-ubaltT yang dilakrrkan relatif tidak sebanyak pada tahun tO9i, t*ryj tetan mllbawa.daugnk
bagi wajib pajab dimana pnrubahan yang terjadi meliputi Ketentqln Umgry dan lata Cara Perpajakan, Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan
atas Barang tvtewah. Reformasi ini dilalcukan dalam rangka meningJcatkan efisiensi perekonomian nasional dan mendorong peningkatan ikliminvestasi di Indonesia. Peran
pajak pada saat ini sangat penting mengingat penerimaan ne9ara setelah berakhirnya era kerjasama dengan IMF sangat bergantung pada sektor pajak- Reformasi tahun 2000 tidak hanya berfokus pada ekstensifikasi melainkan juga
pada intensifikasi. lntensifikasi dilakukan dengan cara mencari obyek pajak yang potensial dalam rangka menghimpun dana dan mendorong pernulihan perekonomian. Salah satu
cara yang dilakukan yaitu dengan mengenakan tarifberbeda pada wajib pajak perorangan dan wajib pajak badan, disamping itu untuk wajib pajak badan lapisan pajak yang
dikenakan berbeda. Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) juga mengalami perubahan dengan ditingkatkannya jumlah PTKP dalam.undang-undang perpajakan 2000.
Diharapkan dengan tarif yang baru ini maka wajib pajak badan dapat lebih diuntungkan sehingga penerimaan dari wajib pajak badan lebih meningkat. Berikut adalah perbandingan
antara lapisan dan tarifpajak antara undang-undang pajak 1994 dibandingkan undangundang perpajakan 2000.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21460/jrak.2005.12.115

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

View My Stats

 

Indexed by: 

        

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.